Jumat, 30 November 2012

cerpen persahabatan

akku punya sebuah...
cerpen .. ini kku buat tugas SMA kelas 3...


NAMA KELOMPOK           : *CHERLIANI HAMID
                                                   *JERRLY NOVITASARI
KELAS                                   :  XII_IPA3
TUGAS                                   : BAHASA INDONESIA


CERPEN PERSAHABATAN    
Pagi hari saat aku terbangun tiba-tiba ada seseorang memanggil namaku, lalu aku melihat keluar. cherly temanku sudah menunggu diluar rumahku  mengajakku untuk jalan-jalan naik sepeda fiksi pagi hari.
“ayo jalan-jalan naik sepeda.”ajaknya padaku.
“sekarang?” tanyaku dengan sedikit mengantuk.
“besok! Ya sekarang lah!” jawabnya sedikit kesal.
“sebentar aku cuci muka dulu. Tunggu ya!”.kata ku.
“Iya tapi cepat ya” pintanya.
Setelah aku cuci muka, kami pun berangkat untuk jalan-jalan ke airport tempat berkumpul anak-anak muda untuk olahraga.
“wah dingin ya.” Kataku pada temanku.
“Cuma begini aja dingin payah kamu.” Jawabnya.
Setelah sampai di daerah sana ternyata tampak sudah ramai orang-orang bersepeda.
“ eh, ramai banget, pulang aja males nih kalau seramai ini.” Ajakku padanya.
“ah! Dasar kamunya aja yang males ngajak pulang”. Kita ikut mereka aja ramai-ramai naik sepeda kayak konvoi.” Paksanya padaku.
“males ah! Kamu aja sana aku tunggu disini  nanti aku nyusul kesana.” Jawabku dengan malas.
“Terserah kamu aja deh.” Jawabnya sambil mengayuh sepeda kearah orang-orang disana.
“jeRrly!” seseorang memanggilku.
Tiba-tiba temenku shinta menghampiriku.aku baru mengingat kalau aku lupa untuk mengajaknya jalan-jalan naik sepeda karena aku mengingat kalau dia masih berliburan  di Sulawesi dengan keluarganya.
“ hai, lama nih nggak kelihatan?” Tanyanya padaku.
“ ya nih, gimana liburannya disana?”balasku.
Jawabnya sambil tersenyum padaku. Setelah kami mengobrol tentang kabarnya aku pun memanggil cherly.
“cher! Sini” panggilku pada cherly yang sedang asyik naik sepeda dengan orang-orang disana.
“apa lagi?” tanyanya padaku dengan malas.
“ada yang datang.” Jawabku.
“siapa?” tanyanya lagi.
“shinta!” jawabku dengan sedikit teriak karena disana sangat berisik.
“siapa? Nggak kedengaran!”. Balasnya kepadaku.
“kesini dulu coba” jawabku dengan sedikit kesal.
            Akhirnya cherly pun datang menghampiri aku dan shinta. Dengan heran ia melihat ke arah kami. Ketika shinta menyapanya ia sedikit terkejut.
“hai, cher.” Sapanya shinta kepada cherly.
“iya, loh kok sudah pulang katanya liburan disana lama?” Tanya cherly pada shinta.
“ ya, ini semua diluar rencana.” Jawabnya shinta sambil tersenyum manis.
“ pasti kangen ya sama aku.” Tanyanya cherly lagi untuk shinta.
“ye, GR! Dia tuh pulang karena kena malarindu sama aku.” Jawabku sambil mengedipkan mata kearah shinta.
“ bukan-bukan, aku pulang karena tiba-tiba ayahku ada urusan di pekerjaannya sehingga aku disana tidak bias menghabiskan liburan disana. Jawabnya shinta pada kami.
“ yah gitu yah berarti nggak kangen sama kita nih, Tanya cherly dengan sedikit lemas.
“yah nggak gitu juga, kalau kangen pasti kangen lah kalian kan sahabat-sahabatku tapi cuman sedikit.” Jawabya sambil tersenyum kepada kami.
Akhirnya shinta mengajak kami ke rumahnya dan kami berdua pun tidak ragu untuk setuju dengan ajakan shinta. Ketika kami sampai kerumahnya kami pun disuruh menunggu di ruang tamunya. Setelah itu shinta membawa beberapa minuman yang segar dan makanan ringan untuk aku dan cherly.
“hmm, segarnya minuman ini.” Kataku setelah meminum minuman dari shinta.
“ ya lah, siapa dulu yang buat” Jawabnya shinta dengan bangga.
“eh, ngomong-ngomong mana nih oleh-oleh buat kita berdua.”tanyanya cherly pada shinta sambil malu-malu.
“ iya ada tuh, ntar tunggu dulu aku ambilkan.” Jawabnya shinta pada kami.
“ eh, kira-kira apa yah?” Tanyaku pada cherly.
“ ya, mana ku tahu! Lihat aja nanti.” Kata cherly padaku
Lalu shinta pun membawa sebuah kotak yang masih rapat kea rah kita berdua.
“eh, nih buat kalian.” Katanya shinta pada kami berdua.
“ wah, apa nih isinya.” Aku sambil tersenyum tanya pada shinta.
“ buka aja tuh.”jawabnya shinta pada ku.
Aku dan cherly pun langsung membuka dengan penuh penasaran. Setelah terbuka terlihat tiga buah baju kembar yang berbeda warna dan dua buah tas kecil yang lucu dan imut.
“ itu tasnya buat kalian berdua satu-satu, kalau bajunya buat kita bertiga satu-satu sudah ku sesuaikan warna kesukaan masing-masing. Aku merah muda, cherly hijau muda, dan kamu jer biru muda, gimana pas kan?” Katanya pada aku dan cherly.
“ ya bagus nih, makasih yah?” kataku dan cherly pada shinta secara bersama dengan senyuman manis.
“yah, sama-sama. Kita saling bersahabat jadi ku selalu ingat sama kalian berdua.
Akhirnya kita pun saling berpelukan untuk mengekspresikan tanda kasih sayang persahabatan dan aku selalu berharap persahabatan ini akan terus berjalan selama-lamanya.   

Kamis, 22 November 2012

ini gambar ROTI yang kku buat dengan mama kku tersayang

Roti ini kku buat saatlebaran haji tahun 2011 ... kku sama mama buat nya sampe jam 12 malam huffttt... kku sama mama kku bru prtma buat roti blackforest hahahahahahaha ni lah hasil nya...



dan roti kedua ini blackforest juga tappi ini di buat bulan juli 2012 tepat ulang tahun kakak kku Jefri suhendra hmmm... ini lebih sulit karena saat membuat kue ini pas puasa ramadhan .. jdi pas buatnya kku sedikit ngiler gtu.. heheheheh tppi ini untuk kakak kku tersayang ... ini gambar dari kue yang buat dengan mama kku.......






Selasa, 20 November 2012

hmmm.... ini HASIL KARYA jerrly..."SMA"










biografi BUNG HATTA Masa remaja (1918-1921) "tugas Bahasa indonesia SMA"


BIOGRAFI
Jong Sumatranen Bond
            Pada bulan januari tahun 1918 adalah peristiwa sejarah bagi hatta karena telah didirikannya sebuah perkumpulan yang diberi nama jong sumatranen bond di padang walaupun di padang baru saja didirikan namun para pemuda Sumatra menyambut dengan semangat kuat.
            Hatta sangat terpacu untuk dapat memajukan bangsanya terutama pulau Sumatra. Hatta pun teringat pribahasa yang sering disebut oleh guru ilmunya “Maluku masa lalu, jawa masa dating, dan Sumatra masa datang. Para pemuda Sumatra terutama hatta sangatlah ingin mewujudkan peribahasa gurunya itu.
Menjadi Pengurus JSB
Keterkaitan hatta kepada organisasi itu sangatlah besar. Ia rela sekolah sambil mengikuti perkumpulan organisasi yang terbentuk yaitu JSB(jong sumatranen bond). Di dalam organisasi tersebut hatta terpilih menjadi seorang bendahara, ia pun berusaha keras untuk memegang kepercayaan anggota JSB dengan penuh tanggung jawab. Hatta bertugas untuk mengumpulkan dana dari sumbangsih dari anggota maupun dari masyrakat. Hatta member pendapat agar dana dapat dikumpulkan atas dasar tanggung jawab bukan atas paksaan sehingga tujuan dapat berjalan dengan lancer sesuai dengan visi dan misi sebelumnya.
Bertemu Abdul Muis
            Kedatangan Abdul Muis ke Sumatra pada bulan agustus 1918 sangat mengesankan bagi hatta karena hatta dapat menambah ilmu terutama pada saat Abdul Muis berpidato. membuat hatta mulai berani bertanya tentang masalah yang dibahas dalam pidato tentang system kerja paksa. Hatta menanyakan dengan detail masalah yang tidak dipahami kepada gurunya Sutan Said Ali. Setelah diberi penjelasan hatta benar-benar menyimak dan memerhatikan ulasan dari gurunya sehingga ia dapat mengerti dan memahami.

Pergi Ke Betawi
            Tepat bulan mei 1919 hatta lulus ujian sekolah di MOLA sehingga ia pergi melanjutkan pendidikan di betawi dengan memilih Prins Hendrik school sebagai tempat menimba ilmu selanjutnya. Sebelum hatta pergi ia harus pamit kepada ayah gaeknya, setelah berpamitan ia siap pergi ke betawi dengan kapal KPM. Ia pergi ke betawi bersama pamannya saleh namanya. Kemudian sampailah ia di betawi, dipelabulan ia disambut oleh sahabatnya dahlan. Lalu, dahlan menyuruhku untuk tinggal di rumah sahabatnya karena ia tidak tinggal di betawi saat ini karena dahlan akan ditugaskan di Pontianak.
            Setelah sampai dirumah sahabat dahlan, seisi rumah menyambut dahlan dengan baik dan senang. Sahabat dahlan seorang raja bangsawan yang baik. Pada hari minggu hatta dan pamanya pergi kerumah keluarga mereka yang tinggal di betawi yaitu rumahnya Mak Etek Ayub yang seorang saudagar besar tetapi tetap bersikap sederhana. Hatta ber cerita bahwa ia akan bersekolah dagang lalu Mak Etek merespon dengan senang bahkan akan diajak ke kantornya.
Menjadi Murid PHS
            Hatta bersekolah di prins hendrik school (PHS) jurusan dagang. Di sekolah itu ada salah satu pelajaran kimia yang dimana pelajaran itu belum pernah didapatkan di sekolah sebelumnya. Douwes dekker yang sebagai guru kimia penyampaikan pelajaran dengan mudah dan dapat dimengerti sehingga hatta terkesan atas cara penyampaian pelajaran kimia tersebut. Hatta terpicu untuk rajin belajar dan rasa ingin tahu pada pelajaran kimia maupun pelajaran sejarah sehingga minat belajarnya kuat. Sangat banyak orang yang menyanyangi hatta terutama Mak Etek Ayub yang sangat mendukung 100%  dalam pendidikannya agar dapat mencapai keberhasilan di masa datang.
Lulus PHS
            Pendidikan hatta di PHS  sangatlah berjalan dengan lancar karena semua pelajaran dapat ia kuasai, sampai-sampai semua guru dapat tercengang melihat kecerdasannya. Pada bulan mei 2011 ujian akhir dilangsungkan ia dapat lulus dengan nilai yang memuaskan dari 21 murid lulus dan 3 murid gagal, hatta termasuk kedalam peringkat ketiga dari semua murid. Namun. Semua kerja keras terbayar atas pencapainya dari nilai hasil ujian akhir.
            Hatta sangat ingin melanjutkan pendidikannya di Rotterdarm, Belanda. Namun, sangat disanyangkan Mak Etek Ayub meringkuk di dalam penjara atas terlibatnya hutang hingga bangkrut. Padahal Mak Etek harapan dari hatta karena ia selalu membiayai pendidikan selama ini. Atas kejadian itu, hatta mulai bimbang sebabnya tidak ada lagi orang yang bias membantu biaya pendidikan, hatta bimbang dan ragu apakah bias bersekolah di Rotterdam, Belanda dengan uang pas-pasan.
Mencari Jalan Ke Belanda
            Beberapa lama kebimbangan hati hatta untuk mencari cara agar dapat melanjutakan pendidikan di Belanda. Lalu hatta teringat pada Tuan Duyvetter, ia langsung pergi kerumahnya. lalu Tuan duyvetter menyambut dengan ramah. Sehingga ia berani mengutarakan kalau ia ingin sekali pergi ke Belanda tetapi tidak punya biaya dan beasiswa juga sudah telat. Lalu tuan duyvetter member respon untuk pergi ke Tuan stokvia agar tuan Stokvia dapat membantu hatta.
Kemudian hatta langsung pergi kerumah tuan Stokvia, lalu mereka berbincang-bincang tentang Belanda kemudian hatta diberi saran cara hidup di Belanda dan mendapatkan besiswa disana. Setelah berbincang-bincang hatta membulat untuk pergi ke belanda. Sebelum pergi ke belanda hatta pamit kepada Mak Etek yang di dalam penjara.
Di Atas Kapal Tambora
            Sebelum hatta pergi, hatta menyempatkan diri untuk berpamitan kepada orang-orang kemudian oarng yang dipamiti hatta banyak yang member uang ongkos untuk berangkat ke ngri belanda. Padahal, hatta tidak mengharapkan pemberian tersebut. Orang–orang yang dipamitti hatta sangatlah mendukung kepergian hatta untuk menimba ilmu di negeri orang. Saat  di dalam perjalanan panjang kapal kambora ini sering berhenti untuk mengambil bahan bakar berupa batubara.
            Selama kapal berhenti, hatta sering berjalan-jalan sesaat untuk mengetahui salah satu kota di eropa lalu kapal melanjutkan perjalanan lagi. Hingga kapal itu pun, sampai di mulut sungai maas dan mulai menuju ke timur ke Rotterdam, Belanda.
Tiba Di Negeri Belanda
            Perjalana yang panjang di dalam kapal Tambora akhirnya berakhir, hatta tiba di negri belanda. Saat sampai di belanda hatta merasakan hatinya campur aduk, penuh haru,sedih bahagia,gembira,bangga,dan senang. Tanpa sengaja air mata hatta pun menetes, tetapi air mata hatta mengartikan rasa syukur tak terkiara kepada allah swt.
            Lalu hatta menekadkan dirinya untuk membangun masa depan gemilang dan masa depan bangsanya dengan menimba ilmu di belanda. Hatta pergi ke kota den haag,Belanda. Ia menginap di penginapan mahasiswa dari hindia belanda, biaya penginapan disana sangatlah cukup dan tidak membebaninya. Di penginapan tersebut hatta mendapatkan teman sekamar nazir pamontjak dan djoenaedi. Nazir dan hatta sering sesekali berbincang masalah masa depan tanah air Indonesia. Setelah lamanya mereka berbincang-bincang hati hatta tiba-tiba terasa berdebar-debar semakin kuat.
Sehingga hatta semakin semangat untuk mewujudkan cita-cita agar Indonesia dapat merdeka. Disana hatta mengikuti organisasi para mahasiswa dari Indonesia yang tinggal di Belanda. Para mahasiswa disana bersatu unutk menyatukan pola fikir dalam mewujudkan Negara Indonesia ialah Negara yang merdeka. Sejak itu hatta semakin berniat untuk menimba ilmu sebanyak-banyaknya agar dapat berguna bagi bangsanya.   

BIDAN PROFESIONALISME "tugas mata kuliah konsep kebidanan"


BAB I
PENDAHULUAN

A.        Latar Belakang
Sejarah menunjukkan bahwa bidan adalah salah satu profesi tertua di dunia sejak adanya peradaban umat manusia. Bidan muncul sebagai wanita terpercaya dalam mendampingi dan menolong ibu yang melahirkan peran dan posisi bidan di masyarakat sangat dihargai dan dihormati karena tugasnya yang sangat mulia, memberi semangat membesarkan hati mendampingi serta menolong ibu yang melahirkan sampai ibu dapat merawat bainya dengan baik. Zaman prasejarah dalam naskah kuno sudah tercatat bidan dari mesir yang berani ambil resiko membela keselamatan bayi-bayi laki-laki bangsa Yahudi yang diperintahkan oleh Fir’aun untuk dibunuh, mereka sudah menunjukkan sikap etika moral yang tinggi dan takwa kepada Tuhan dalam membela orang-orang yang berada dalam posisi yang lemah yang pada zaman modern ini disebut peran advokasi.
Bidan sebagai pekerja profesional dalam menjalankan tugas dan prakteknya, bekerja berdasarkan pandangan Filosofis yang dianut keilmuan metode kerja, standar praktek pelayanan serta kode etik yang dimilikinya.











B.        Tujuan
1.         Tujuan Umum
Untuk menambah pengetahuan tentang profesionalisme kebidanan.
2.         Tujuan Khusus
Tujuan khusus dalam penyusunan makalah ini adalah untuk mengetahui :
a.       Profesionalisme
b.      Pengertian Profesional
c.       Ciri-Ciri Jabatan Profesional
d.      Bidan Profesional
e.       Syarat Bidan Profesional
f.       Tanggung Jawab Bidan Profesional
g.      Organisasi Profesi Bidan
h.      Rencana Pengembangan Bidan
i.        Eksistensi Bidan

















BAB II
PEMBAHASAN

Pengertian Bidan
Dalam bahasa Inggris, kata Mid Wife (Bidan) berarti with women (bersama wanita, Mid = together, wife = a women dalam bahasa Prancis, sage femme (Bidan) berarti “Wanita bijaksana” sedangkan dalam bahasa latin Cum–mater (bidan) berarti “Berkaitan dengan wanita”  menurut Churchill bidan adalah “a health worker who may of may not formally trained and is a Physicial, that delivers babies and provides Associated material care” (Seorang petugas kesehatan yang terlatih secara formal ataupun tidak dan bukan seorang dokter, yang membantu pelahiran bayi serta memberi perawatan maternal terkait). (Dra. Hj. Suryani Soepardan, Dipl. M, MM, 2008)

Bidan adalah seseorang yang telah menjalani program pendidikan bidan yang diakui oleh Negara tempat ia tinggal dan telah berhasil menyelesaikan studi terkait serta memenuhi persyaratan untuk terdaftar dan atau memiliki izin formal untuk praktek bidan-bidan merupakan salah satu profesi tertua di dunia sejak adanya peradaban uamt manusia. (ICM, 1972)
Bidan adalah seorang perempuan yang lulus dari pendidikan bidan yang terakreditasi, memiliki kualifikasi untuk deregister, sertifikasi dan atau secara sah mendapat lisensi untuk praktek kebidanan yang diakui sebagai seorang professional yang bertanggung jawab, bermitra dengan perempuan dalam memberikan dukungan, Asuhan dan nasehat yang diperlukan selama kehamilan persalinan dan nifas, memfasilitasi kelahiran atas tanggung jawabnya sendiri serta memberikan asuhan kepada bayi baru lahir dan anak. (Dra. Hj. Suryani Soepardan, Dipl. M, MM, 2008)


Kep Menkes Nomor 900/Menkes/SK/VII/2002 Bab I Pasal 1.
Bidan adalah seorang wanita yang telah mengikuti program pendidikan bidan dan lulus ujian sesuai persyaratan yang berlaku.
Menurut WHO bidan adalah seseorang yang telah diakui secara regular dalam program pendidikan kebidanan sebagai yang telah diakui skala Yuridis, dimana dia ditempatkan dan telah menyelesaikan pendidikan kebidanan dan memperoleh izin melaksanakan praktek kebidanan.
Internbasional conferentation of Mid wife bidan adalah seorang yang telah menyelesaikan pendidikan bidan yang diakui oleh Negara serta memperoleh kualifikasi dan diberi izin untuk melaksanakn praktek bidan di Negara itu.
A.                Profesionalisme
Profesionalisme berarti memiliki sifat profesional / ahli secara popular seorang pekerja apapun sering dikatakan profesional, seorang profesional dalam bahasa keseharian adalah seorang pekerja yang terampil atau cakap dalam kerjanya biarpun keterampilan tersebut produk dari fungsi minat dan belajar dari kebiasaan.

B.                 Pengertian Profesional
Pengertian profesional menunjuk pada dua hal, yaitu orang yang menyandang suatu profesi dan penampilan seseorang dalam melakukan pekerjaannya yang sesuai dengan profesinya. Dalam pengertian kedua ini, istilah profesional dikontraskan dengan “nonprofessional” atau “amatiran”. Dalam kegiatan sehari-hari seorang profesional melakukan pekerjaan sesuai dengan ilmu yang telah dimilikinya, jadi tidak asal tahu saja. ((Djam’an  Satori, 2008)
Selanjutnya, Walter Johnson (1956) mengartikan petugas profesional sebagai “seseorang yang menampilkan suatu tugas khusus yang mempunyai tingkat kesulitan lebih dari biasa dan mempersyaratkan waktu persiapan dan pendidikan cukup lama untuk menghasilkan pencapaian kemapuan, keterampilan dan pengetahuan yang berkadar tinggi” (Djam’an  Satori, 2008).
Profesional juga dapat diartikan sebagai memberi pelayanan sesuai dengan ilmu yang dimiliki dan manusiawi secara utuh/penuh tanpa mementingkan kepentingan pribadi melainkan mementingkan kepentingan klien serta menghargai klien sebagaimana menghargai diri sendiri.
Seorang anggota profesi dalam melakukan pekerjaannya haruslah profesional. Setiap anggota profesi baik secara sendiri-sendiri atau dengan cara bersama melalui wadah organisasi profesi dapat belajar, yaitu  belajar untuk mendalami pekerjaan yang sedang disandangnya dan belajar dari masyarakat apa yang menjadi kebutuhan mereka saat ini dan saat yang akan datang sehingga pelayanan kepada pemakai (klien) akan semakin meningkat.

C.        Ciri-Ciri Jabatan Profesional (Atik Purwandari, 2008)
1.         Pelakunya secara nyata dituntut cakap dalam bekerja, memiliki keahlian sesuai tugas-tugas khusus serta tuntutan jenis jabatannya (cenderung spesialis)
2.         Kecakapan atau keahlian seorang pekerja profesional bukan hasil pembiasaan atau latihan rutin yang terkondisi, tetapi perlu memiliki wawasan keilmuan yang mantap. Jabatan Profesional menuntut pendidikan.
3.         Pekerja profesional dituntut berwawasan luas sehingga pilihan jabatan serta kerjanya harus disadari oleh nilai-nilai tertentu sesuai jabatan profesinya. Pekerja profesional bersikap positif terhadap jabatan dan perannya, bermotivasi dan berusaha berkarya sebaik-baiknya.
4.         Jabatan profesional perlu mendapat pengesahan dari masyarakat atau negaranya. Jabatan profesional memiliki syarat-syarat serta kode etik yang harus dipenuhi oleh pelakunya. Ini menjamin kepantasan berkarya dan sekaligus merupakan tanggung jawab profesional.

D.                Bidan Profesional (Siti Aisyah, 2011)
Bidan sebagai tenaga profesional termasuk rumpun kesehatan, untuk menjadi jabatan professional memiliki  9 syarat bidan profesional, meliputi :
1.                  Ilmu sosial, budaya, kesehatan masyarakat, konsep kebidanan, etika kode etik, kebidanan yang membentuk dasar dari asuhan yang berkualitas.
2.                  Asuhan ibu hamil (antenatal care)
3.                  Asuhan kebidanan ibu melahirkan (intranatal)
4.                  Kebidanan asuhan ibu nifas menyusui
5.                  Asuhan bayi lahir
6.                  Asuhan pada bayi balita
7.                  Keluarga berencana
8.                  Gangguan sistem reproduksi
9.                  Kebidanan komunitas

E.      Syarat Bidan Profesional (Atik Purwandari, 2008)
1.         Memberi pelayanan kepada masyarakat yang bersifat khusus atau spesialis.
2.         Melalui jenjang pendidikan yang menyiapkan.
3.         Keberadaannya diakui dan diperlukan masyarakat.
4.         Mempunyai peran dan fungsi yang jelas.
5.         Mempunyai kewenangan yang disahkan atau diberikan oleh pemerintah.
6.         Memiliki organisasi profesi sebagai wadah.
7.         Memiliki kode etik bidan.
8.         Memiliki etika bidan.
9.         Memiliki standar pelayanan.
10.       Memiliki standar praktik.
11.       Memiliki standar pendidikan yang mendasari dan mengembangkan profesi sebagai kebutuhan masyarakat.
12.       Memiliki standar pendidikan berkelanjutan sebagai wahana pengembangan kompetensi.

F.         Tanggung Jawab Bidan Profesional (Atik Purwandari, 2008)
Sebagai bidan profesional, selain memiliki syarat-syarat jabatan profesional bidan juga dituntut memiliki tanggung jawab sebagai berikut :
1.         Menjaga agar pengetahuannya tetap up to date terus menembangkan keterampilan dan kemahirannya agar bertambah luas serta mencakup semua aspek peran seorang bidan.
2.         Mengenali batas-batas pengetahuan, keterampilan pribadinya dan tidak berupaya melampaui wewenangnya dalam praktik klinik.
3.         Menerima tanggung jawab untuk mengambil keputusan serta konsekuensi dalam keputusan tersebut.
4.         Berkomunikasi dengan pekerja kesehatan lainnya (Bidan, dokter dan perawat) dengan rasa hormat dan martabat.
5.         Memelihara kerjasama yang baik dengan staf kesehatan dan rumah sakit pendukung untuk memastikan sistem rujukan yang optimal.
6.         Melaksanakan kegiatan pemantauan mutu yang mencakup penilaian sejawat, pendidikan berkesinambungan, mengkaji ulang kasus audit maternal/perinatal.
7.         Bekerjasama dengan masyarakat tempat bidang praktek, meningkatkan akses dan mutu asuhan kebidanan.
8.         Menjadi bagian dari upaya meningkatkan status wanita, kondisi hidup mereka dan menghilangkan praktik kultur yang sudah terbukti merugikan kaum wanita.



G.        Organisasi Profesi Bidan
Dinegara-negara yang sudah maju pengaturan dan pengawasan suatu profesi merupakan tanggung jawab dari organisasi profesi melalui suatu lembaga konsil keprofesian yang mandiri dan dibentuk berdasarkan Undang-Undang (Acts). Apabila organisasi profesi kurang atau tidak bcrperan dalam penyusunan regulasi mengenai praktek keprofesian tersebut maka pengendalian perilaku tiap anggota profesi menjadi terpusat kepada pemerintah. Hal ini sangat menghambat pendewasaan dan kemandirian profesi itusendiri.
Beberapa pedoman di dalam keberadaan organisasi profesi menurut Azrul Azwar (1998) adalah :
·                     Didalam suatu profesi hanya terdapat satu organisasi profesi yang para anggotanya berasal dari satu profesi, dalam arti telah menyelesaikan pendidikan dengan dasar ilmu yang sama.
·                     Misi utama organisasi profesi adalah untuk merumuskan kode etik dan kompetensi profesi serta memperjuangkan otonomi profesi.
·                     Kegiatan pokok organisasi profesi adalah menetapkan serta merumuskan standar pelayanan profesi, standar pendidikan dan pelatihan profesi serta menetapkan kebijakan profesi.
Organisasi profesi mempunyai peran dan fungsi antara lain sebagai :
·                     Pembina, pengembang dan pengawas terhadap mutu pendidikan profesi tersebut.
·                     Pembina, pengembang dan pengawas terhadap pelayanan profesi tsb.
·                     Pembina dan pengembang dalam ilmu pengetahuan dan teknologi profesi tersebut.
·                     Pembina, pengembang dan pengawas kehidupan profesi.

Sesuai dengan peran itu maka organisasi profesi mempunyai fungsi antara lain:
1)       Bidang pendidikan : menetapkan standar pendidikan dan pendidikan berkelanjutan(continuing education).
2)       Bidang pelayanan : menetapkan standar profesi, ijin praktik.registrasi anggota serta menyusun dan memberlakukan kode etik profesi.
3)     Bidang IPTEK : merencanakan, melaksanakan dan mengawasi riset dan perkembangan IPTEK dalam profesi tersebut.
4)   Bidang kehidupan profesi : membina operasionalisasi organisasi profesi. membina kerjasama dengan pemerintah. masyarakat. Profesi lain bahkan dengan organisasi profesi sejenis dinegara lain, serta mengupayakan kesejahteraan anggotanya.

H.        Rencana Pengembangan Bidan (Atik Purwandari, 2008)
Pengembangan karir merupakan kondisi yang menunjukkan adanya peningkatan jenjang jabatan dan jenjang pangkat bagi seorang pegawai negeri pada suatu organisasi dalam jalur karir yang telah ditetapkan dalam organisasinya.
Pengembangan karir bidan meliputi :
1.                  Pendidikan lanjutan
Pendidikan berkelanjutan adalah suatu untuk meningkatkan kemampuan teknis, hubungan antar manusia dan moral bidan sesuai dengan kebutuhan pekerjaan/pelayanan dan standar yang telah ditentukan oleh konsil melalui pendidikan formal dan non formal.

2.                  Job Fungsional
Job fungsional (jabatan fungsional) merupakan kedudukan yang menunjukkan tugas, kewajiban hak dan wewenang pegawai negeri sipil yang dalam melaksanakan tugasnya diperlukan keahlian tertentu serta kenaikan pangkatnya menggunakan angka kredit.
3.                  Pengembangan karir bidan dikaitkan dengan peran, fungsi dan tanggung jawab bidan
Peran fungsi bidan dalam pelayanan kebidanan adalah sebagai :
-          Pelaksana
-          Pengelola
-          Pendidik
-          Peneliti
Tanggung jawab bidan
-          Konsling
-          Pelayanan kebidanan normal
-          Pelayanan kebidanan abnormal
-          Pelayanan kebidanan pada anak
-          Pelayanan KB
-          Pelayanan Kesehatan Masyarakat

I.          Eksistensi Bidan (Atik Purwandari, 2008)
1.         Dosen – Praktisi
Bidan bisa menjadi dosen, walaupun sebagian besar dosen kebidanan saat ini bekerja di universitas, mereka juga cenderung memegang kontrak honorer untuk melanjutkan praktek bidan. Walaupun beberapa dosen kebidanan menangani suatu beban kasus Chesney (1995) telah mengembangkan hal ini lebih jauh dan melibatkan mahasiswa sebagai asisten profesionalnya.



2.         Peneliti ahli klinis
Bidan dapat menjadi peneliti oleh karena itu agar beberapa bidan menghabiskan bagian penting dari waktu mereka dalam menjalankan riset dan membantu rekan kerja mereka untuk mengembangkan keterampilan meneliti.
3.                  Pendidikan kebidanan
Untuk mengejar karir dalam pendidikan bidan harus menjadi praktisi yang berpengalaman (setidaknya selama 3 tahun penuh) dan telah terlibat dalam pengajaran dan pembimbing mahasiswa dalam area praktek kebidanan untuk diterima ke dalam suatu perkuliahan yang kompeten diakui untuk persiapan menjadi dosen kebidanan. Para pelamar harus sudah lulus sarjana dan telah melewati pendidikan kebidanan yang lebih tinggi.
4.                  Supervisi  Kebidanan
Bidan sebagai seorang supervisor memiliki tanggung jawab hukum yang penting untuk meningkatkan dan menjaga kesehatan serta kesejahteraan ibu dan bagi persiapan program supervisor merupakan program belajar jarak jauh dengan dosen dan atau konselor serta supervisor dan atau mentor  pendukung setiap supervisor berwenang memberikan pedoman untuk supervisi yang efektif dalam areo geografik mereka – bidan umumnya dinominasikan untuk memegang peranan ini oleh supervisor kebidanan mereka sendiri.
5.                  Manager Kebidanan
Para bidan yang menunjukkan keahlian dalam managemen dapat menjadi manager kebidanan atau manager dalam pelayanan maternitas namun sangat penting agar beberapa bidan mengikuti jenjang karir management yang umum sehingga kebutuhan khusus ibu dan bayi tidak terlupakan ketika dewan (Trust board) terlibat dalam membuat strategi perencanaan.

BAB III
PENUTUP

A.                Kesimpulan
Beberapa saran MDGS telah di bahas secara mendalam tentang sasaran kelima untuk meniungkatkan kesehatan ibu. Oleh karena itu mutu pelayanan bidan adalah factor-faktor yang perlu mendapatkan perhatian secara serius. Untuk itu diperlukan upaya-upaya yang sistematis agar penyediaan, didistribusi dan mutu tenaga bidan dapat dijamin pelaksanaannya.
Secara garis besar di rekomendasikan untuk melaksanakan peningkatan peran bidan dalam mensukseskan MDGS mengikuti sistem dan strategi nasional dan global yang disepakati bersama.


















DAFTAR PUSTAKA

Cahyani, A, 2003.
Dasar-dasar Organisasi dan Managemen. Jakarta : PT. Grasindo
Depkes RI. 1995.
Konsep Kebidanan, Jakarta : Pusdiknakes
Henderson, Christine, dkk. 2006.
Konsep Kebidanan. Jakarta : EGC
Prawiroharjo, Suryono. 2007.
Ilmu Kebidanan. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawiroharjo
Purwandari, Atik. 2008.
 Konsep Kebidanan. Jakarta : EGC
Soepardan, Suryani. 2008.
Konsep Kebidanan. Jakarta : EGC
Ahmad Sujudi. 2010.
Profesionalisme Bidan. http://painlesslabor.wordpress.com (di akses pada tanggal 28 September 2012)